RONI RAKHMAT : PARIWISATA HARUS SEMAKIN BERDAYA GUNA DALAM PEMBANGUNAN DAERAH

Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan Pemerintah Indonesia untuk menghasilkan devisa negara. OLeh karena itu pemanfaatan , pengembangan pengelolaan di sektor pariwisata haruslah mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan melibatkan peran serta lembaga pemerintah, stakeholder serta partisipasi masyarakat nya.

Demikian dikatakan Roni Rakhmat Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau dalam kegiatan Focus Grup Discussion (FGD), Base Line Study, Survey, Pendampingan Desa Wisata Kampung Patin di Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kamis (25/6/2020).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Kampar Catur Sugeng , General Manager Corporate Affair Asset PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Sukamto Thamrin, Kepala Dinas Pariwisata dan Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau Eni Sumiarsih, Pembina dan Ketua Yayasan Pendidikan Engku Putri Hamidah Prof DR Sumardi MS, sejumlah Kepala OPD Kampar, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri dan Upika serta Kepala Desa Koto Mesjid Arjunalis.

"Ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Riau, dimana beliau telah meletakkan sektor pariwisata sebagai program prioritas, sebagai mana termaktub dalam misinya no.4 yakni mewujudkan budaya melayu sebagai payung negeri dan mengembangkan pariwisata yang berdaya saing ujar Roni"

lebih lanjut Roni mengatakan ada beberapa langkah strategis untuk mengembangkan potensi desa menjadi desa wisata yaitu

pertama Identifikasi potensi desa,

kedua identifikasi permasalahan,

ketiga perlunya komitmen yang kuat dari seluruh komponen desa untuk menyamakan pendapat, persepsi dan mengangkat, potensi desa guna dijadikan desa wisata.

keempat identifikasi dampak baik dampak positif maupun negatif dari sebuah kegiatan wisata,

kelima komitmen yang kuat dari seluruh komponen desa untuk menggandeng pemerintah daerah dan jika perlu menggandeng pihak Swasta,

keenam menyiapkan segala perangkat-perangkat aturan/regulasi norma yang lebih bertujuan untuk mengawal pengembangan desa wisata dan mengawasi potensi-potensi penyimpangan yang mungkin bisa terjadi,

ketujuh melakukan pelatihan-pelatihan bagi komponen desa, termasuk pemerintah desa,

kedelapan gunakan segala media untuk memperkenalkan dan mempublikasikan potensi wisata di desa baik media konvensional maupun non konvensional,

kesembilan belajar dari kesuksesan desa wisata lain.

" saya juga mengaharapkan dukungan yang berkelanjutan dari pihak STP dan Chevron untuk secara bersama-sama proaktif membantu, memberdayakan dan mengembangkan potensi Desa wisata serta pemberdayaan kelompok sadar wisata yang ada yang ada di Provinsi Riau agar semakin berdaya guna dalam pembangunan daerah Ujar Roni Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau"