KADISPAR RIAU RONI RAKHMAT TINJAU DESTINASI WISATA HUTAN LARANGAN

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau berkunjung ke hutan larangan adat Imbo Putui, desa petapahan, Kecamatan Tapung, Sabtu 04/07/2020.

Kedatangan Kadispar Riau Roni Rakhmat ini atas undangan Kepala Dinas Kehutanan Mamun Murod. Acara yang ditaja oleh Dinas Kehutanan Provinsi Riau ini dalam rangka memperlihatkan langsung potensi-potensi hutan larangan yang ada di Provinsi Riau.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau meminta Dinas Pariwisata Provinsi Riau untuk memanfaatkan Hutan Larangan ini sebagai objek wisata lebih tepatnya disebut Ekowisata. Hutan ini dikelola oleh masyarakat, secara swadaya yg diwarisi generasi sebelumnya sejak ratusan tahun lalu.

Selain alam nya yang asri ada beberapa daya tarik wisata yang terdapat di di hutan larangan ini seperti mimbar mesjid dari kerajaan siak, makam dan balai yang sudah berusia ratusan tahun yang diperlihatkan kepada Dinas Pariwisata

Imbo Putui merupakan Desa adat yang terdapat di Desa Petapahan, yang lokasinya diapit oleh Sungai Tapung Kiri dan dikelilingi oleh sungai Petapahan.

Didalam kawasan Hutan Larangan Adat seluas 251 hektare tersebut terdapat sumber mata air yang tidak berhenti keluar airnya walaupun musim kemarau. Sumber mata air ini berada ditengah kawasan hutan adat yang terletak di bawah pohon.

Kadispar Roni Rakhmat mengatakan ada Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan ekowisata, yang pertama Jumlah pengunjung terbatas atau diatur supaya sesuai dengan daya dukung lingkungan dan sosial-budaya masyarakat, lalu menerapkan pola wisata ramah lingkungan

Serta menerapkan pola wisata ramah budaya dan adat setempat, dan harus Memberikan dampak secara langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat ujar Roni.

Dan yang sangat menarik adalah Kayu Batu (Irvingia malayana oliv dipterocarpace) tumbuh gagah menjulang hingga lebih 130 meter ke udara didalam hutan larangan ini ujar Roni .

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau yang mana telah mengajak saya turun langsung dan memperlihatkan potensi-potensi hutan larangan yang ada di Riau. Kedepannya akan kita rancang dan kita promosikan untk menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Provinsi Riau ujar Roni”