KADISPAR RIAU RONI RAKHMAT : PARIWISATA RIAU BUTUH PENTA HELIX HADAPI COVID-19

Pekanbaru : Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat beserta jajarannya menyambangi Sekolah Tinggi Pariwisata Riau, Rabu 08/07/2020. Kedatangan Rombongan Dispar Riau disambut langsung oleh Pembina STP Riau Profesor Soewardi , Ketua/ Pimpinan Yayasan Profesor DR Harlem, dan Ketua STP Riau Eni Sumiarsih.

Kedatangan Rombongan Dispar Riau dalam rangka menjalin kerjasama yang baik antara STP/ akademisi dengan Dinas pariwisata Provinsi Riau khususnya dan Pemerintah Provinsi Riau pada umumnya.

“Ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Riau, dimana beliau telah meletakkan sektor pariwisata sebagai program prioritas, sebagai mana termaktub dalam misinya no.4 yakni mewujudkan budaya melayu sebagai payung negeri dan mengembangkan pariwisata yang berdaya saing ujar Roni”

Ketua Yayasan STP Riau dalam sambutannya mengatakan Pariwisata riau harus dikemas secara digital, dan STP Riau siap mewujudkannya sebagai Riset centre and tourism and heritage.

” Kami juga meminta agar Dinas Pariwisata Provinsi Riau dapat melakukan pertemuan dengan Dinas Pariwisata yang ada di 12 kabupaten dan melibatkan kami para akademisi ujar Ketua Yayasan STP Riau Prof.Harlem.

Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat yang didampingi Plt Kabid Pemasaran T. Riza Triwijaya, dan Kabid Sumber Daya Pariwisata Rido Adriansyah mengatakan, Pariwisata Riau Butuh Penta Helix dalam menghadapi Covid-19.

“Dimana unsur Pentahelix tersebut adalah pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media harus bersatu membangun kebersamaan dalam menghadapi Covid-19 ini ujar Roni”

Di penghujung pertemuan Kadispar Riau Roni Rakhmat juga menyampaikan bahwa digitalisi pariwisata sangat perlu dilakukan segera, dan untuk itu perlu dibuat sebuah aplikasi one stop pariwisata sebagai referensi bagi wisatawan.

“serta kedepannya Dispar akan merangkum beberapa kegiatan event wisata menjadi satu event seni budaya melayu, oleh karena itu kami sangat butuh bantuan dan dukungan dari akademisi ujar Roni”